Tanggal 28 Juni 2018 lalu, indonesia kembali menjadi anggota Dewan Keamanan PBB yang bersifat tidak tetap untuk periode 2019-2020. Ini sudah keempat kalinya bagi Indonesia terlibat dalam keanggotaan Dewan Keamanan PBB. Indonesia tercatat pernah menjadi anggota tidak tetap pada tahun 1974-1975, 1995-1996, 2007-2008 dan 2019-2020.

Isu yang Dibawa Indonesia

Sebagai anggota Dewan Keamanan PBB yang bertanggung jawab langsung terhadap pemeliharaan dan keamanan internasional, sudah seharusnya Indonesia punya perkiraan yang akan dihadapi. Dalam periode ini, Indonesia mengangkat isu yang menjadi prioritas utama pada keanggotaan tidak tetap ini:

1. Melanjutkan Sumbangsinya Dalam Mewujudkan Perdamaian Dunia

Isu pertama yang dibawa Indonesia adalah melanjutkan sumbangsinya dalam upaya mewujudkan perdamaian dunia seperti yang dicita-citakan. Hal ini dilakukan dengan cara memperkuat geopolitik perdamaian dan menjaga stabilitas global. Semua hal ini dilakukan dengan melalui dialog dan penyelesaian konflik secara damai.

2. Membangun Sinergi Antara Organisasi Regional

Sinergi yang akan dibangun Indonesia sebagai anggota Dewan Keamanan PBB adalah untuk memperkuat organisasi-organisasi regional. Mengingat tantangan yang dihadapi sangat dinamis, untuk itu perlu dilakukan penguatan. Hal ini dilakukan tidak lain adalah untuk menjaga perdamaian dan stabilitas Kawasan.

3. Meningkatkan Kerja Sama Untuk Memerangi Radikalisme, Terorisme, dan Extremisme

Untuk memerangi munculnya radikalisme, terorisme, dan violent extremism, maka perlu dilakukan upaya yang tepat untuk memberantas akarnya. Upaya yang dilakukan adalah menciptakan pendekatan komprehensif melalui kerja sama antar negara dan Dewan Keamanan PBB.

4. Mensinergikan Upaya Penciptaan Perdamaian Dengan Upaya Pembangunan Berkelanjutan

Dalam usaha melaksanakan tugasnya, Indonesia sebagai anggota Dewan Keamanan PBB berupaya untuk menjaga perdamaian dunia. Hal ini dilakukan melalui upaya penggabungan antara usaha menciptakan perdamaian dan usaha pembangunan berkelanjutan yang senantiasa memastikan stabilitas global, perdamaian dan keamanan dunia.

5. Membentuk Kemitraan Global

Dalam upaya menjaga keamanan, Indonesia akan mencoba membentuk kemitraan global yang tetap melibatkan keamanan kesehatan, lingkungan hidup dan perekonomian. Mereka juga akan meningkatkan peran dan partisipasi perempuan dalam proses perdamaian. Selain itu, Indonesia juga akan memberi perhatian lebih terhadap isu palestina sesuai komitmennya sebelumnya.

Tugas Indonesia di Dewan Keamanan PBB

Seperti yang sudah tercantum dalam pasal 24 Piagam PBB, bahwa Dewan Keamanan PBB memiliki tugas utama yaitu untuk menjaga perdamaian dan keamanan dunia. Hal ini juga sejalan dengan apa yang telah tercantum dalam pembukaan UUD 1945 aline ke IV. UUD 1945 secara gamblang mengungkapkan tujuan bangsa Indonesia. Selain tujuan nasional, UUD 1945 juga memuat cita-cita mulia bangsa Indonesia. Semua hal itu sudah dirancang oleh para pendahulu yang senantiasa memikirkan keutuhan bangsa.

Indonesia akan mendapatkan kedudukan yang strategis dalam keanggotaan Dewan Keamanan PBB untuk menjalankan politik luar negeri dan isu-isu yang diangkat. Salah satu amat konstitusi yang terdapat UUD 1945, mengamanatkan Indonesia untuk tergabung dalam keanggotaan Dewan Keamanan PBB. dalam Meskipun sebagai anggota tidak tetap, Indonesia tetap memiliki hak suara. Hak ini dapat mempengaruhi keputusan-keputusan yang diambil Dewan Keamanan PBB terkait keamanan dunia.

Tidak hanya itu, hak suara yang diberikan untuk Indoneisa juga memberi keuntungan lain. Indonesia dapat memberikan kontribusi dalam invetasi politik dan Peace Keeping Operation. Selain itu, Indonesia juga berpeluang besar dalam memperbaiki system kerja Dewan Keamanaan PBB dari dalam.

Nah itulah ulasan mengenai Indonesia sebagai anggota Dewan Keamanan PBB yang dapat diinformasikan. Diharapkan Indonesia mampu membantu menjaga dan mewujudkan kedamaian dunia dalam konflik yang kian dinamis. Semoga ulasan ini dapat suber informasi dan menambah wawasan pembaca